Pesugihan Gunung Kemukus, Ritual Seks Untuk Cari Jodoh dan Kekayaan

Pesugihan Gunung Kemukus, Ritual Seks Untuk Cari Jodoh dan Kekayaan

Pesugihan Gunung Kemukus, Ritual Seks Untuk Cari Jodoh dan Kekayaan – Gunung Kemukus di Sragen sudah lama dikenal sebagai sebuah tempat keramat untuk mencari pesugihan maupun jodoh.

Orang-orang yang bermasalah dengan kekayaan atau perjodohannya biasa mengunjungi gunung ini untuk melakukan ritual “ngalap berkah”.

Ya, di gunung ini memang terdapat sebuah makam dari seseorang yang konon merupakan putra dari Raja Brawijaya, bernama Pangeran Samudro.

Umumnya, orang-orang datang ke makam ini untuk berziarah dan “ngalap berkah”.

Namun, di balik itu, terdapat sebuah ritual seks bebas yang menggiriskan di sana.

Ritual Seks Bebas demi Cari Jodoh dan Pesugihan

Ada sebuah kepercayaan yang cukup aneh di Gunung Kemukus.

Siapa pun yang ingin kaya dan menemukan jodoh harus melakukan seks bebas dengan pasangan yang bukan pasangan resminya.

Seks ini dilakukan selama tujuh kali berturut-turut di malam Jumat Kliwon.

Tak heran jika banyak peziarah di sana yang tak sekadar menziarahi makam Pangeran Samudro, tapi juga menyewa tempat untuk melakukan ritual esek-eseknya.

Selain itu, konon kabarnya, ritual ini juga perlu dilakukan dalam rangka mencari jodoh bagi yang belum memiliki pasangan hidup.

Di sana, peziarah laki-laki dan perempuan akan saling berkenalan satu sama lain lalu berziarah bersama. Sesudah itu, terjadilah ritual khas mereka.


BACA JUGA:


Bisnis Prostitusi di Balik Fenomena Pesugihan Gunung Kemukus

Banyaknya muda-mudi atau paruh baya yang melakukan ritual seks bebas ini dijadikan lahan bisnis oleh sebagian orang.

Beberapa mucikari menyediakan jasa penyewaan wanita atau pria untuk mendampingi aktivitas ziarah di makam maupun menemani ritual berikutnya.

Situasi ini banyak dimanfaatkan oleh para lelaki hidung belang untuk ‘bertualang’. Kalangan ini memang tidak selalu berniat mencari kekayaan.

Justru, mereka memanfaatkan kondisi tersebut untuk memuaskan birahinya baik dengan wanita asing (peziarah) maupun PSK atau WTS yang berbayar.

Jauh sebelum ritual ini diliput oleh seorang jurnalis Australia hingga dikenal di berbagai belahan dunia, ritual seks malah dilakukan di tempat-tempat terbuka.

Setelah aktivitas ini mendunia, akhirnya ritual ini dilakukan secara tertutup. Ritual seks tak lagi dilakukan di kebun-kebun atau ruang terbuka.

Seks bebas ini kemudian dilakukan di rumah-rumah tertentu yang sudah disewakan oleh warga setempat.

Mitos atau Fakta Pesugihan Gunung Kemukus, yang Jelas…

Masih cukup banyak orang yang meyakini bahwa ritual seks bebas tersebut akan berdampak pada kekayaan dan jodoh mereka.

Percayakah Anda pada keyakinan tersebut?

Yang jelas, seks bebas adalah sebuah aktivitas yang menjijikkan serta terlarang.

Dari segi moral kesusilaan maupun agama, aktivitas ini jelas tidak diperbolehkan.

Andai pun setelah melakukan ziarah dan ritual seks bebas ini seseorang mendadak jadi kaya, pastinya kekayaannya tidak akan berkah.

Alasan pertama, ziarah seharusnya dilakukan dengan tujuan mengingat kematian agar mencegah diri dari kegiatan keji dan mungkar.

Ritual seks bebas (perzinaan) yang dilakukan setelah berziarah adalah aktivitas yang keji, yang pastinya bertolak belakang dengan tujuan dari berziarah.

Bangsa jin atau setan yang melihat manusia bertingkah seperti ini pastinya akan tertawa terbahak-bahak dan senang bukan kepalang.

Sebab, ia merasa menang dengan mudah, dan merasa mendapat teman-teman baru yang ia sesatkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *